Setahun Pemerintahan Gubernur Koster – Giri Prasta, Rai Warsa: Sudah Berproses Semuanya

 Setahun Pemerintahan Gubernur Koster – Giri Prasta, Rai Warsa: Sudah Berproses Semuanya

Rai Warsa

DENPASAR – baliprawara.com
‎Kinerja setahun pemerintahan Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Nyoman Giri Prasta (Koster Giri) diapresiasi anggota DPRD Bali I Made Rai Warsa. Program pembangunan yang dicanangkan Koster-Giri dinilai  sudah berproses semuanya.
‎Aggota DPRD Bali dapil Gianyar ini berharap progres yang baik dipertahankan atau ditingkatkan. Yang belum berjalan sesuai harapan, sebisa mungkin diperbaiki.
‎Soal pariwisata misalnya, Bali harus mempertahankan pariwisata budaya. Turis datang ke Bali, karena daerah ini memiliki keunikan budaya. Untuk bisa bertahan dan eksis, selain sokongan dari pemerintah daerah, pusat juga harus peduli, sebab kontribusi Bali melalui devisa ke pusat sangatlah besar.

‎Kata Rai Warsa, pertumbuhan ekonomi Bali pada periode pertama pemerintahan Koster-Giri melampaui tahun sebelumnya. Demikian juga tingkat pengangguran turun. Angka kemiskinan juga terendah secara nasional. Pendapatan perkapita naik dan angka stunting rendah.

‎Soal kemacetan lalu lintas, kata Rai Warsa, pemerintah Bali sudah berproses mengatasinya, seperti membuat underpass. Namun, angkutan umum bus Trans Dewata yang sekarang beroperasi, menurut Rai Warsa mesti dievaluasi karena penumpang sangat minim.

‎Pembangunan Bali sebagai pulau digital juga terus diperkuat melalui pengembangan infrastruktur teknologi, termasuk Turyapada Tower sebagai pusat konektivitas dan ekonomi baru di Bali Utara. “Infrastuktur jalan sudah berproses dengan agenda perbaikan. Pembangunan shortchut, Turyapada Tower, dan Pusat kebudayaan Bali juga sudah berproses. Di bidang pendidikan, program satu keluarga satu sarjana sudah jalan. Mengenai insentif Nyoman dan Ketut juga sudah berproses, ” ujarnya.

‎Sementara itu Gubernur Bali Wayan Koster dalam pidato satu tahun kepemimpinannya di hadapan DPRD Provinsi Bali, Rabu (25/3/2026), menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 5,82 persen.

‎“Pertumbuhan ekonomi Bali secara kumulatif sebesar 5,82%, meningkat dibanding tahun 2024 sebesar 5,48%, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,11%, serta merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 7 tahun terakhir,” ujar Gubernur Koster.

‎Selain itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 3,42 persen. “Merupakan tingkat kemiskinan terendah secara nasional dan lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 8,25%,” tegasnya.

‎Tingkat pengangguran juga menurun menjadi 1,45 persen. Ini merupakan tingkat pengangguran terendah secara nasional dan lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 4,85%.

‎Dari sisi pemerataan ekonomi, Indeks Gini Rasio Bali tercatat sebesar 0,333.
‎Artinya, pendapatan masyarakat semakin merata dan semakin baik, serta lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 0,363.

‎Pendapatan per kapita meningkat menjadi Rp72,66 juta, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 79,37 dan usia harapan hidup sebesar 75,46 tahun.

‎Di sektor kesehatan, prevalensi stunting sebesar 7,2 persen. Ini merupakan yang terendah secara nasional dan satu-satunya provinsi yang mencapai angka di bawah 10%,” ungkap Gubernur.

‎Koster menegaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan kinerja pembangunan yang melampaui target.
‎“Pencapaian indikator makro hasil pembangunan Bali tahun 2025 menunjukkan kinerja sangat baik, melampaui target yang direncanakan,” tegasnya.

‎Di bidang regulasi, Pemerintah Provinsi Bali telah menerbitkan 10 peraturan daerah strategis, 6 peraturan gubernur, serta sejumlah instruksi dan surat edaran yang mendukung perlindungan budaya, lingkungan, dan penguatan ekonomi daerah.

‎Pada sektor pariwisata, penerimaan dari pungutan wisatawan asing mencapai Rp369 miliar dari 2,46 juta wisatawan yang membayar. Pemerintah juga memperkuat penertiban wisatawan serta menjaga pariwisata berbasis budaya yang berkualitas dan bermartabat.

‎Di bidang ekonomi riil, Pemprov Bali mendorong transformasi ekonomi melalui penguatan sektor pertanian organik, UMKM, industri lokal, serta pengembangan ekonomi kreatif dan digital.

‎Sementara itu, pada sektor infrastruktur, sejumlah proyek strategis terus berjalan, di antaranya pembangunan shortcut Singaraja–Mengwitani, rencana underpass Jimbaran, serta pengembangan transportasi publik dan kendaraan listrik. (MBP2)

See also  Minimnya Penerbangan Langsung ke Bali, Masih Menjadi Kendala Kedatangan Wisman

Redaksi

Related post