Tanggap Darurat Bencana Diusulkan Masuk Kurikulum Pendidikan

 Tanggap Darurat Bencana Diusulkan Masuk Kurikulum Pendidikan

Mangupura – baliprawara.com
Pemahaman terkait tanggap darurat menghadapi bencana perlu ditanamkan sejak dini. Bahkan pihak Bappenas sudah mengusulkan untuk bisa dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan.

Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, pihaknya sudah mengusulka agar pemahaman terkait tanggap darurat bencana, agar dimasukkan kedalam kurikulum sekolah. Supaya, pemahaman terkait hal itu bisa diterapkan sejak dini. “Kita harusnya bisa lebih awal mensosialisasikan dan mengajarkan sejak dini di tingkat sekolah kepada generasi muda. Kami sudah mengusulkan agar dimasukkan ke kutikukum,” ucapnya saat ditemui disela konferensi Internasional membahas terkait Berinvestasi dalam Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim untuk Membangun Kota yang Tangguh, Senin (13/1/2020) di Nusa Dua.

See also  Total Kumulatif Positif Covid-19 di Bali Sebanyak 407 Orang

Terkait bencana seperti Tsunami maupun bencan lain memang tidak bisa diprediksi. Namun, meski demikian, yang paling penting dalam menghadapi bencana ini adalah bagaimana kita tanggap darurat menghadapi bencana.

Pihaknya mengumpamakan, seperti di Jepang, setiap terjadi bencana, selalu minim korban. Hal itu menurutnya disebabkan karena pengetahuan tentang tanggap darurat sudah ditanamkan sejak dini. “Jepang kenapa korban kecil, karena mereka sangat paham terkait tanggap darurat,” katanya. (praw1)

See also  Perlu Konsultasi Hukum Akibat di-PHK? Golkar Bali Siap Berikan Pendampingan 

prawarautama

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *