Transformasi Setelah Hampir 16 Tahun, Kober Group Luncurkan Inovasi Menu Baru

 Transformasi Setelah Hampir 16 Tahun, Kober Group Luncurkan Inovasi Menu Baru

Suasana antrean pengunjung di Kober Renon, Sabtu 30 Mei 2026.

DENPASAR – baliprawara.com
Kober Group terus melakukan pembaruan di tengah ketatnya persaingan industri kuliner yang semakin dinamis. Setelah hampir 16 tahun berdiri sejak pertama kali hadir pada 2010, brand yang dikenal sebagai pelopor mie pedas tersebut kini mulai melakukan transformasi besar dengan menghadirkan berbagai inovasi menu baru.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk tetap relevan di tengah perubahan tren pasar dan meningkatnya kompetisi bisnis kuliner. Tidak hanya mempertahankan identitas sebagai penyedia mie pedas, Kober kini mulai memperluas pilihan produk yang ditawarkan kepada pelanggan.

Perubahan tersebut mulai dijalankan secara bertahap sejak pertengahan 2025 dan terus berlanjut hingga saat ini. Salah satu implementasi terbaru dilakukan di outlet Kober Renon, Denpasar, yang menjadi outlet ke-9 yang mengadopsi peluncuran menu-menu terbaru dari perusahaan.

Operational Manager Kober Group, Surya Anggara Putra, mengungkapkan, inovasi tersebut lahir dari upaya perusahaan dalam membaca peluang pasar yang terus berkembang sekaligus menjawab kebutuhan konsumen yang semakin beragam.

Menurut Surya, dalam dunia bisnis kecepatan menjadi faktor penting dalam memenangkan persaingan. Ketika perusahaan melihat adanya peluang yang potensial, langkah selanjutnya adalah segera mengeksekusi ide tersebut menjadi produk yang dapat diterima masyarakat.

“Bagaimana kita kalau urusan bisnis ya, itu siapa yang cepat itu dia yang menang. Nah ketika kita lihat peluang, dan peluang itu ada, kita eksekusi. Dan ternyata produk menu baru kita itu diterima oleh masyarakat,” ujar Surya saat ditemui di Kober Renon, Sabtu, 30 Mei 2026, didampingi Area Manager Kober Group, Putu Budiarta.

Operational Manager Kober Group, Surya Anggara Putra (kiri) didampingi didampingi Area Manager Kober Group, Putu Budiarta.

Saat ini Kober Group memiliki sekitar 28 outlet yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Jawa Timur, Bali hingga Lombok. Kehadiran menu baru yang telah diuji di sejumlah outlet nantinya akan diterapkan secara bertahap ke seluruh jaringan cabang.

Selain menghadirkan inovasi produk, perusahaan juga melakukan penyesuaian terhadap target pasar. Jika sebelumnya Kober lebih dikenal menyasar kalangan menengah ke bawah, kini perusahaan mulai memperluas segmen konsumen dengan menjangkau pasar keluarga.

Transformasi tersebut dilakukan melalui pengembangan menu yang lebih beragam sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kelompok usia.

Kober yang selama ini identik dengan mie pedas tanpa kuah kini menghadirkan konsep baru berupa menu mie kuah. Kehadiran produk tersebut menjadi salah satu inovasi utama yang tengah diperkenalkan kepada pelanggan.

Surya menyebutkan bahwa konsep mie kuah yang dikembangkan Kober menjadi pembeda dibandingkan produk yang selama ini banyak ditemukan di pasar. Dengan inovasi tersebut, Kober berharap dapat memperkuat posisinya sebagai pelopor sekaligus menghadirkan pengalaman baru bagi pelanggan.

“Kalau dulu Kober berdiri adalah pelopor mie pedas. Sekarang mie Kober ada pelopor mie pedas dan mie kuah,” jelasnya.

Sejak diperkenalkan, berbagai menu baru yang dihadirkan Kober mendapatkan respons positif dari masyarakat. Untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan, perusahaan juga membagikan kuesioner kepada pengunjung yang telah mencoba produk-produk terbaru tersebut.

Hasil awal menunjukkan bahwa mayoritas pelanggan memberikan tanggapan positif terhadap inovasi yang dilakukan.
Tidak hanya menyasar kalangan dewasa, Kober juga mulai memperhatikan kebutuhan pelanggan anak-anak melalui penyediaan menu khusus atau kids meal.

Sebagai pelengkap, outlet Kober Renon turut menghadirkan pilihan gelato dengan sekitar 16 varian rasa. Kehadiran menu tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman kuliner yang lebih lengkap bagi keluarga yang datang bersama anak-anak.
Beragam pilihan rasa yang tersedia disebut mampu menarik minat pelanggan dari berbagai kalangan dan usia.

Setelah sukses mengimplementasikan konsep baru di outlet Renon, Kober Group telah menyiapkan proyek pengembangan berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.

Lokasi yang menjadi target selanjutnya adalah Outlet Dewi Sri yang berada di kawasan strategis Bali. Manajemen menilai kawasan tersebut memiliki potensi pasar yang besar sehingga dinilai tepat untuk menjadi lokasi implementasi berikutnya.

Menurut Surya, langkah tersebut dilakukan berdasarkan hasil pemetaan potensi pasar yang dimiliki setiap wilayah operasional.
Selain proyek di Dewi Sri, perusahaan juga tengah menyiapkan dua proyek lainnya. Namun hingga saat ini pihak manajemen belum mengungkapkan secara rinci konsep maupun lokasi yang akan menjadi sasaran pengembangan berikutnya.

Kober juga terus melakukan penyesuaian produk di sejumlah outlet yang berada di kawasan wisata. Salah satunya adalah outlet yang berlokasi di Ubud, Bali. Menurut manajemen, pelanggan yang datang ke outlet tersebut tidak hanya berasal dari wisatawan domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara. Karena itu, perusahaan menyesuaikan pilihan menu agar dapat diterima oleh pelanggan dengan preferensi rasa yang berbeda.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kober menghadirkan dua varian rasa baru yang menjadi bagian dari pengembangan menu mie kuah. Varian pertama adalah Series Koma yang menawarkan karakter spicy herbs dengan cita rasa yang mengarah pada sensasi rempah dan pedas khas mala.

Sementara itu, varian kedua adalah Series Kola yang menghadirkan rasa creamy dan gurih sehingga lebih ramah bagi pelanggan yang tidak menyukai makanan terlalu pedas.
Melalui dua pilihan tersebut, pelanggan diberikan keleluasaan dalam menentukan menu sesuai selera masing-masing.

Bagi penikmat makanan pedas, tersedia pilihan dengan sensasi rempah yang kuat. Sedangkan bagi pelanggan yang lebih menyukai rasa gurih dan creamy, Kober juga telah menyiapkan alternatif menu yang sesuai. Strategi diversifikasi produk ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas jangkauan pasar sekaligus mempertahankan daya saing di tengah perkembangan industri kuliner yang semakin kompetitif. (MBP)

redaksi

Related post