UHN IGB Sugriwa Kukuhkan Empat Profesor, Dirjen Bimas Hindu: Guru Besar Mesti Manfaatkan Mimbar Akademik
UHN Sugriwa mengukuhkan empat guru besar baru, Minggu (28/12/2025) di Gedung Darma Negara Alaya, Denpasar.
DENPASAR – baliprawara.com
Universitas Hindu Negeri (UHN) IGB Sugriwa Denpasar mengukuhkan empat guru besar dalam sidang senat terbuka, Minggu 28 Desember 2025, di Gedung Darma Negara Alaya Denpasar. Guru besar anyar yang dikukuhkan Rektor UHN Sugriwa tersebut yakni Prof. Dr. Kadek Aria Prima Dewi PF, S.Ag., M.Pd., Prof. Dr. Ni Komang Sutriyanti, S.Ag., M.Pd.H., Prof. Dr. Drs. I Made Sugata, M.Ag., dan Prof. Dr. Ida Ayu Tary Puspa, S.Ag., M.Par.
Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI Prof. Nengah Duija yang hadir langsung dalam pengukuhan guru besar itu menyampaikan kebanggaannya atas capaian UHN Sugriwa sebagai kampus pengusung kerukunan dan moderasi beragama yang kali ini kembali mengukuhkan empat guru besar.
Capaian ini diraih tak lepas dari kerja keras lembaga, rektor dan jajarannya. Ia pun mengucapkan selamat kepada guru besar yang dikukuhkan. Ia berharap guru besar ini mampu berkontribusi maksimal kepada lembaga. Terlebih, guru besar punya kebebasan akademik dan mimbar akademik, harus mampu menyumbangkan pemikiran, gagasannya dan karya akademiknya untuk peningkatan mutu pendidikan dan kemajuan bangsa.
Kata Duija, guru besar bukanlah GBHN —Guru Besar Hanya Nama. Guru besar harus aktif berkarya, menulis, meneliti, mendedikasikan gagasan dan pemikirannya kepada lembaga, bangsa dan negara. “Guru besar harus ‘hidup’ dalam ‘kematian’. Bukan ‘mati’ dalam ‘kehidupan’,” ujarnya seraya berpesan kepada Rektor UHN Sugriwa agar guru besar kampus ini diberikan “pekerjaan”.
Demikian juga Profesor beserta Doktor yang sudah memenuhi kualifikasi, diberikan kesempatan sebagai co-promotor dan penguji.
Rektor UHN IGB Sugriwa, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana menyampaikan, keluarga besar UHN Sugriwa merasa sangat berbahagia karena sampai tahun 2025 UHN Sugriwa sudah memiliki 29 guru besar sejak bernama IHDN Denpasar.
Menurut Prof. Ngurah Sudiana yang mantan Ketua PHDI Bali, dengan bertambahnya guru besar, UHN Sugriwa akan mendapatkan energi baru dalam menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi. Kualitas Tri Darma Perguruan Tinggi akan semakin baik, dan mutu pendidikan tentu lebih terjamin. Dengan memiliki guru besar pada bidangnya masing- masing, program yang berat akan menjadi ringan. Prof. Sudiana juga berharap guru besar yang dikukuhkan ini secara total mengabdikan diri di UHN Sugriwa, sebagai bentuk pengamalan Catur Marga demi kemajuan lembaga pendidikan Hindu negeri ini.
Tahun depan dan tahun-tahun mendatang diharapkan akan lahir lagi guru besar. Para dosen UHN Sugriwa didorong untuk kuliah S3 pada perguruan tinggi luar negeri. “Dengan bertambahnya guru besar dan dosen yang berpendidikan luar negeri diharapkan jejaring makin luas, sehingga target menjadikan UHN Sugriwa sebagai kampus bertaraf internasional atau world class university, bisa terwujud,” ujarnya.
Seperti diketahui, pada 2024, UHN Sugriwa Denpasar meraih Akreditasi Unggul dari BAN-PT. Hingga kini, UHN Sugriwa memiliki tiga fakultas, yaitu Fakultas Dharma Acarya, Fakultas Brahma Widya, Fakultas Dharma Duta dan Pascasarjana. Di bawah naungan Fakultas dan Pascasarjana tersebut, ada total 25 Prodi yang dimiliki UHN, 9 di antaranya sudah terakreditasi Unggul, 10 Baik Sekali, 4 Baik, 1 dalam proses pengajuan, dan 1 dalam status akreditasi sementara. UHN Sugriwa juga telah mendapat persetujuan mendirikan Fakultas Sains dan Teknologi tahun 2025 dari Kementerian PAN-RB. Kemudian UHN Sugriwa juga merintis pendirian Prodi Kedokteran. (MBP2)