PKB 2026 Ditutup, FSBJ 2027 Dibuka, Libatkan 20 Ribu Seniman, Dikunjungi 1,8 Juta Orang
Gubernur Koster menutup resmi PKB 2026, Sabtu (12/7/2026)
DENPASAR – baliprawara.com
Setelah berlangsung selama hampir satu bulan sejak dibuka pada 13 Juni 2026, Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi ditutup Sabtu (11/7) malam di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Denpasar.
Prosesi penutupan dikemas dalam rangkaian acara yang memadukan unsur penghormatan terhadap pelaku seni, pelestarian budaya, hingga peluncuran agenda kesenian Bali tahun berikutnya. Acara diawali dengan doa, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, serta pembacaan Pancasila sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Kemudian dilanjutkan dengan penampilan Tari Baris Bandana Manggala Yudha, disusul penayangan video bunga rampai perjalanan PKB XLVIII Tahun 2026 yang merangkum berbagai kegiatan, pementasan, serta partisipasi seniman selama penyelenggaraan festival seni terbesar di Pulau Dewata tersebut.
Pada kesempatan itu juga diputar video penerima Adi Sewaka Nugraha Tahun 2026, sebelum dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada para penerima sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya Bali.
Panitia juga menyerahkan hadiah kepada para Juara I Wimbakara (lomba) PKB XLVIII Tahun 2026, penghargaan Jantra Tradisi Bali, serta sertifikat kepada perwakilan lembaga seni yang telah mengikuti proses sertifikasi.
Gubernur Bali dalam sambutannya menyampaikan jumlah pengunjung PKB terus meningkat. Melibatkan 2.900 lebih seniman, PKB 2026 dikunjungi 1,8 juta orang. Termasuk kunjungan wisatawan asing. Pada PKB 2026 ini tercatat kunjungan wisman mencapai 5.743 orang, bertambah dari tahun lalu yang hanya 2. 400 orang.
Stand kuliner juga bertambah dari awalnya 52 stand pada PKB 2025 menjadi 75 stand pada PKB 2026 dengan transaksi mencapai Rp 5 milyar lebih. Demikian juga omzet IKM yang jumlahnya 124 lembaga, pada PKB tahun ini juga besar mencapai Rp 11,3 milyar.
Sentil Pejabat
Gubernur Wayan Koster menyampaikan apresiasi terhadap suksesnya pelaksanaan PKB. Antusias penonton masih tinggi menyaksikan pagelaran PKB. Demikian pula semangat pelaku seni dalam memanggungkan garapan seninya di PKB sangat tinggi. Bahkan, ia mengapresiasi persiapan yang dilakukan seniman memakan waktu berbulan-bulan agar bisa tampil maksimal dalam hajatan kesenian akbar tahunan tersebut. Demikian juga terimakasih disampaikan kepada bupati dan walikota yang telah mendukung lewat penganggaran dana PKB.
Namun, di balik semangat semua pihak itu, Gubernur Koster sempat menyentil pejabat yang tak pernah hadir ke PKB menyaksikan duta seninya pentas.
Pemimpin, tegas Koster, harus utuh cinta budaya. Mendorong seniman agar terus berkarya agar ekosistem budaya tetap hidup. Bali terkenal karena budayanya. Karena itu peran PKB sangat strategis dalam upaya menggali, melestarikan dan mengembangkan budaya Bali. Demikian juga peran seniman, pemerintah melalui kebijakannya, dan masyarakat yang bersedia menonton, sangatlah besar untuk menyukseskan PKB.
Kata Koster, ketika seniman sudah tampil sebulan di PKB, kemudian pejabatnya tidak hadir menonton, itu kebangetan.
Sementara pada penutupan PKB 2026, Gubernur Bali sekaligus meluncurkan tema PKB XLIX Tahun 2027, sekaligus membuka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 sebagai ruang ekspresi seni modern dan kontemporer Bali.
Prosesi pembukaan Festival Seni Bali Jani VIII ditandai dengan pemukulan Gong Beri dan gong ageng, dengan panggul dibawakan oleh para seniman dari Sanggar Teater Mini. Momen tersebut diiringi musik pengiring serta penampilan Baris oleh Sanggar Gita Mahardika, sebelum dilanjutkan dengan penayangan video teaser Festival Seni Bali Jani VIII Tahun 2026.
Rangkaian seremoni ditutup dengan pergelaran drama klasik kolosal “Sumpah Drupadi” garapan Sanggar Teater Mini. Pementasan ini dipilih sebagai penutup untuk menghadirkan pesan tentang keberanian, keadilan, dan nilai-nilai luhur yang menjadi ruh kesenian Bali.
Penutupan PKB XLVIII sekaligus menjadi penanda berakhirnya rangkaian pesta seni tahunan yang sejak 13 Juni menghadirkan ribuan seniman dari seluruh kabupaten/kota di Bali, sekaligus membuka babak baru melalui Festival Seni Bali Jani sebagai wadah pengembangan kreativitas seni kontemporer tanpa meninggalkan akar tradisi Bali. (MBP2)
