Asidewi Dorong Penguatan Desa Wisata sebagai Penyeimbang Pariwisata di Badung

 Asidewi Dorong Penguatan Desa Wisata sebagai Penyeimbang Pariwisata di Badung

Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi), Andi Yuwono.

MANGUPURA – baliprawara.com

Pengembangan desa wisata di Kabupaten Badung dinilai memiliki peran penting sebagai penyeimbang di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan pariwisata modern. Selain menjadi penggerak ekonomi masyarakat, desa wisata juga dianggap mampu menjaga nilai-nilai budaya Bali agar tetap hidup di tengah arus industri pariwisata.

Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi), Andi Yuwono, mengatakan desa wisata memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan destinasi wisata massal. Segmen yang dibidik adalah wisatawan dengan minat khusus yang lebih mengutamakan pengalaman autentik daripada sekadar mengunjungi objek wisata.

“Yang ditawarkan desa wisata bukan hanya tempat yang indah, tetapi pengalaman berinteraksi dengan masyarakat, mengenal budaya lokal, dan merasakan kehidupan desa secara langsung,” ujar Andi, Sabtu 4 Juli 2026.

Menurutnya, arah perkembangan pariwisata global saat ini semakin mengedepankan konsep kembali ke alam, budaya, dan kehidupan pedesaan. Wisatawan dinilai semakin tertarik pada perjalanan yang memberikan pengalaman asli sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Andi menambahkan, konsep tersebut telah terbukti memiliki daya tahan ketika pandemi Covid-19 melanda. Saat sektor pariwisata konvensional mengalami penurunan tajam, desa wisata justru mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Karena kontribusinya tersebut, desa wisata kini mendapat perhatian dalam Undang-Undang Kepariwisataan terbaru sebagai bagian dari pengembangan ekonomi berbasis masyarakat.

Ia juga menilai Bali masih menjadi acuan nasional dalam pengembangan desa wisata. Berbagai daerah di Indonesia menjadikan Pulau Dewata sebagai lokasi studi banding untuk mempelajari penerapan pariwisata berbasis budaya yang dinilai berhasil mempertahankan tradisi sekaligus menarik minat wisatawan.

Khusus di Kabupaten Badung, keberadaan desa wisata dinilai semakin strategis mengingat daerah tersebut telah berkembang menjadi pusat industri pariwisata. Menurut Andi, pengembangan desa wisata harus terus diperkuat agar keseimbangan antara pembangunan pariwisata modern dan pelestarian budaya tetap terjaga.

“Desa wisata memiliki fungsi penting sebagai penyeimbang sehingga masyarakat maupun wisatawan tetap dapat merasakan jati diri pariwisata Bali yang berlandaskan budaya,” tegasnya. (MBP)

 

redaksi

Related post