Bunda Rai Sosialisasikan Posyandu 6 SPM dan Tinjau Persiapan Lomba

 Bunda Rai Sosialisasikan Posyandu 6 SPM dan Tinjau Persiapan Lomba

Bunda Rai Meninjau TP Posyandu 6 SPM di Banjar Bajera Kelod, Bajera, Selemadeg.(Ist)

TABANAN, – baliprawara.com

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, kembali turun ke lapangan melakukan sosialisasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), sekaligus meninjau persiapan lomba telajakan dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS), Rabu, 23 September 2025.

Kegiatan tersebut dilakukan bersama jajaran perangkat daerah terkait dan Tim Pembina Posyandu Kecamatan. Sosialisasi Posyandu 6 SPM berlangsung di Banjar Bajera Kelod, Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg. Selanjutnya, Bunda Rai meninjau persiapan lomba telajakan di Desa Serampingan dan inovasi PSBS di SMK Negeri 1 Tabanan.

Di Banjar Bajera Kelod, Bunda Rai melihat langsung pelayanan Posyandu yang kini tidak hanya bergerak di bidang kesehatan, tetapi mencakup enam bidang pelayanan, yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

Ia juga melihat pemberian makanan tambahan bagi anak-anak dengan memanfaatkan bahan pangan lokal, seperti ikan lele dan buah naga.

Bunda Rai menekankan agar sosialisasi Posyandu 6 SPM dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, berbagai kegiatan masyarakat dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan fungsi Posyandu kepada masyarakat.

“Yang terpenting masyarakat mengetahui bahwa melalui Posyandu mereka dapat menyampaikan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan enam bidang pelayanan,” ujarnya.

Ia juga meminta setiap laporan masyarakat dicatat dan ditindaklanjuti dengan melibatkan perangkat daerah terkait. Dengan demikian, berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk alat bantu dan kebutuhan pendidikan anak, dapat segera dicarikan solusi.

Dari Bajera Kelod, rombongan melanjutkan peninjauan ke Desa Serampingan. Bunda Rai melihat langsung penataan telajakan serta rumah percontohan milik warga yang memanfaatkan pekarangan secara produktif.

Pekarangan tersebut ditanami berbagai tanaman pangan dan tanaman obat keluarga (TOGA), serta dilengkapi budidaya ikan lele dan ayam. Bahkan, warga memanfaatkan galon bekas sebagai wadah budidaya lele bagi masyarakat yang memiliki lahan terbatas.

Bunda Rai mengapresiasi pemanfaatan pekarangan tersebut karena selain membantu memenuhi kebutuhan keluarga, juga berpotensi menambah pendapatan. Pengelolaan sampah melalui teba modern dan lubang biopori juga telah diterapkan.

“Pekarangan bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kalau hasilnya berlebih, bisa dimanfaatkan untuk menambah pendapatan,” katanya.

Sementara itu, di SMK Negeri 1 Tabanan, Bunda Rai meninjau penerapan PSBS sekaligus berbagai kreativitas siswa dalam mengolah sampah menjadi barang bernilai guna.

Sejumlah hasil kreativitas siswa antara lain vas bunga dari bahan bekas, eco bokor dari koran bekas, serta sofa ecobrick yang dibuat menggunakan 19 botol plastik berisi cacahan sampah plastik dan kemudian dilapisi kain.

Bunda Rai mengapresiasi kreativitas tersebut dan mendorong sekolah terus memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan inovasi pengelolaan sampah.

“Ini menunjukkan bahwa sampah dapat memiliki nilai manfaat jika dikelola dengan baik. Semangat pengelolaan sampah berbasis sumber diharapkan terus berkembang di sekolah dan masyarakat,” pungkasnya.(MBP/r)

redaksi2

Related post