Imigrasi Bali Perkuat Sinergi dengan Media Lewat Coffee Morning Roadshow di Seluruh Satuan Kerja
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali saat Coffee Morning Roadshow di Singaraja, Selasa, 12 Mei 2026. (ist)
SINGARAJA – baliprawara.com
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali kembali mempererat hubungan kelembagaan dengan insan pers melalui agenda Coffee Morning Roadshow yang digelar di Singaraja, Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk membangun komunikasi yang terbuka antara institusi keimigrasian dengan media sebagai mitra penyampai informasi kepada masyarakat.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai tersebut menghadirkan jajaran pimpinan Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Bali bersama para jurnalis dari berbagai media yang bertugas di wilayah Bali Utara. Forum ini menjadi ruang diskusi dua arah untuk membahas perkembangan kebijakan keimigrasian sekaligus menampung masukan dari media terkait dinamika pelayanan publik.
Coffee Morning ini merupakan lanjutan dari agenda serupa yang sebelumnya dilaksanakan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai pada pekan lalu. Program road show ini memang dirancang menyasar seluruh unit kerja di bawah naungan Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Bali agar hubungan komunikasi dengan media lokal di setiap wilayah dapat terus terjaga.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu strategi memperkuat transparansi kelembagaan sekaligus memastikan setiap informasi mengenai pelayanan keimigrasian dapat tersampaikan secara akurat, utuh, dan berimbang kepada masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, menegaskan bahwa media memiliki posisi penting dalam mendukung reputasi institusi melalui penyebaran informasi yang objektif dan terpercaya.
“Melalui Coffee Morning bersama rekan-rekan media ini, kami ingin membangun komunikasi yang lebih cair dan terbuka. Media memiliki peran krusial sebagai jembatan informasi antara Imigrasi dan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap prestasi, inovasi, maupun kendala pelayanan yang kami hadapi dapat tersampaikan secara objektif dan berimbang,” ujar Felucia Sengky Ratna saat berdialog dengan awak media di Singaraja.
Menurutnya, hubungan yang harmonis antara institusi pemerintah dengan media sangat diperlukan, terutama dalam era keterbukaan informasi publik saat ini. Informasi yang tersampaikan secara benar dinilai mampu mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pelayanan negara.
Felucia juga menyoroti adanya karakteristik pemberitaan yang berbeda di setiap wilayah kerja keimigrasian di Bali. Kondisi tersebut membuat pendekatan komunikasi kepada media perlu dilakukan secara spesifik sesuai kebutuhan masing-masing daerah.
Ia menjelaskan, isu yang berkembang di kawasan selatan seperti Ngurah Rai umumnya berkaitan erat dengan lalu lintas internasional serta mobilitas warga negara asing melalui pintu masuk utama Bali.
Sementara itu, di wilayah Singaraja yang mencakup Bali Utara, pembahasan lebih banyak mengarah pada pengawasan keberadaan orang asing yang tersebar di kawasan cukup luas, termasuk aktivitas mereka di berbagai sektor.
“Jika di Ngurah Rai fokus media seringkali pada perlintasan internasional, di Singaraja kita banyak berdiskusi mengenai pengawasan orang asing di wilayah Bali Utara yang luas. Diskusi santai sambil ngopi seperti ini sangat efektif untuk menyamakan persepsi dan memperkuat fungsi public relations kami di daerah,” tambahnya.
Pendekatan informal melalui diskusi santai dinilai lebih efektif dalam membuka ruang komunikasi yang jujur dan produktif. Dalam suasana seperti itu, berbagai persoalan dapat dibahas lebih mendalam tanpa sekat formalitas yang kerap membatasi pertukaran gagasan.
Dalam forum tersebut, sejumlah isu aktual menjadi topik pembahasan antara jajaran Imigrasi Singaraja dan para jurnalis setempat.
Salah satu fokus utama adalah peningkatan kualitas layanan paspor bagi masyarakat lokal. Pembahasan meliputi kemudahan akses pelayanan, percepatan proses administrasi, hingga upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pelayanan keimigrasian.
Selain itu, pengawasan terhadap orang asing di wilayah Bali Utara juga menjadi perhatian serius. Langkah-langkah preventif terus diperkuat guna menjaga ketertiban umum dan memastikan keberadaan warga negara asing tetap sesuai aturan keimigrasian yang berlaku.
Jajaran Imigrasi menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara profesional dengan tetap mengedepankan prinsip pelayanan humanis dan penegakan hukum yang proporsional.
Rangkaian Coffee Morning Road Show ini dijadwalkan terus berlangsung dengan menyambangi seluruh kantor imigrasi serta Rumah Detensi Imigrasi yang berada di bawah koordinasi Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Bali. (MBP)
