ITDC Perkuat Diferensiasi The Nusa Dua Lewat Atraksi Budaya “Cipta Rwa Loka”

 ITDC Perkuat Diferensiasi The Nusa Dua Lewat Atraksi Budaya “Cipta Rwa Loka”

Pertunjukan seni budaya bertajuk “Cipta Rwa Loka by Naluri Manca”,di Taksu Art Stage, Peninsula Island, The Nusa Dua.

MANGUPURA – baliprawara.com

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC terus mengembangkan berbagai inovasi untuk meningkatkan daya saing kawasan The Nusa Dua sebagai destinasi wisata berkelas internasional. Salah satu langkah terbaru yang dilakukan adalah menghadirkan pertunjukan seni budaya bertajuk “Cipta Rwa Loka by Naluri Manca”, sebuah atraksi yang dirancang untuk memperkaya pengalaman wisatawan melalui perpaduan budaya Bali yang autentik dengan sentuhan pertunjukan modern.

Program tersebut menjadi bagian dari implementasi Customer Experience (CX) 100 Danantara, sebuah inisiatif yang berfokus pada peningkatan pengalaman pengunjung melalui penyediaan atraksi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai budaya dan edukasi.

Peluncuran perdana pertunjukan dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026, di Taksu Art Stage, Peninsula Island, The Nusa Dua. Pada penampilan perdana tersebut, masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati pertunjukan secara gratis karena dibuka dengan akses free entry.

Kehadiran Cipta Rwa Loka by Naluri Manca menjadi salah satu upaya ITDC dalam memperkaya ragam aktivitas wisata di kawasan The Nusa Dua. Melalui pertunjukan ini, pengunjung tidak hanya disuguhi hiburan semata, tetapi juga diajak mengenal lebih dekat nilai-nilai seni, budaya, serta filosofi Bali yang dikemas dalam konsep pertunjukan yang lebih modern dan menarik.

Langkah tersebut sekaligus mempertegas strategi perusahaan dalam menghadirkan pengalaman wisata yang semakin lengkap. Selain menawarkan fasilitas berstandar internasional, kawasan The Nusa Dua juga terus diperkuat dengan berbagai atraksi budaya yang mampu memberikan kesan mendalam bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menjelaskan bahwa pengembangan atraksi budaya menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung. Menurutnya, keberadaan pertunjukan budaya juga diharapkan mampu mendorong wisatawan untuk menghabiskan waktu lebih lama selama berada di kawasan tersebut.

Ia mengatakan implementasi program CX 100 Danantara menjadi landasan bagi ITDC untuk terus menghadirkan inovasi layanan dan pengalaman baru yang memberikan nilai tambah bagi setiap wisatawan yang datang ke The Nusa Dua.

“Kehadiran Cipta Rwa Loka menjadi bagian dari komitmen kami untuk memperkuat diferensiasi The Nusa Dua sebagai destinasi kelas dunia yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan fasilitas premium, tetapi juga pengalaman budaya yang autentik, berkualitas, dan berkesan. Kami percaya bahwa pengalaman merupakan faktor utama dalam meningkatkan kepuasan pengunjung sekaligus mendorong loyalitas wisatawan,” ungkap Agus Dwiatmika.

Pertunjukan Cipta Rwa Loka merupakan karya terbaru dari Naluri Manca, sebuah komunitas seni dan budaya Bali yang telah aktif sejak tahun 2020. Komunitas ini dikenal memiliki komitmen dalam melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Nusantara melalui berbagai pertunjukan yang kreatif, inovatif, dan berkualitas.

Dalam perjalanannya, Naluri Manca berhasil mencatat sejumlah pencapaian yang semakin memperkuat eksistensinya di dunia seni pertunjukan. Di antaranya menjadi salah satu peserta terbaik dalam Indonesia’s Got Talent Season 1 pada tahun 2022.

Selain itu, komunitas tersebut juga turut berpartisipasi dalam kegiatan Organization of World Heritage Cities sejak tahun 2022. Prestasi lainnya diraih pada tahun 2024 ketika Naluri Manca berhasil memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penyelenggaraan pertunjukan kolosal multi-genre seni.

Pertunjukan Cipta Rwa Loka mengambil inspirasi dari filosofi Bali Rwa Bhineda, yaitu konsep keseimbangan antara dua unsur berbeda yang saling melengkapi dalam kehidupan.

Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam sebuah pertunjukan yang memadukan berbagai elemen artistik, mulai dari koreografi, tata musik, pencahayaan, kostum, hingga teknologi visual modern dengan efek glow in the dark.

Perpaduan tersebut menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menampilkan keindahan seni tari, tetapi juga menggambarkan nilai budaya, spiritualitas, dan kreativitas dalam satu panggung yang utuh.

Nama Cipta Rwa Loka sendiri memiliki makna filosofis yang mendalam. Kata Cipta melambangkan kesadaran sekaligus daya kreativitas manusia. Rwa menggambarkan konsep dualitas atau dua unsur yang saling melengkapi, sedangkan Loka dimaknai sebagai ruang kehidupan tempat seluruh dinamika tersebut berlangsung.

Melalui konsep tersebut, penonton diajak menyaksikan bagaimana tradisi dan inovasi modern dapat berpadu menjadi sebuah pertunjukan yang harmonis tanpa menghilangkan nilai budaya yang menjadi fondasinya.

Sebagai bagian dari kolaborasi antara ITDC dan Naluri Manca, pertunjukan Cipta Rwa Loka akan menjadi agenda rutin di kawasan The Nusa Dua. Mulai 1 Agustus 2026, pertunjukan dijadwalkan berlangsung setiap hari Sabtu pukul 19.00 hingga 20.00 WITA di Taksu Art Stage, Peninsula Island, The Nusa Dua.

Harga tiket yang diberlakukan sebesar Rp250.000 per orang. Kehadiran jadwal rutin ini diharapkan mampu menambah pilihan aktivitas malam bagi wisatawan yang menginap di kawasan The Nusa Dua maupun masyarakat umum yang ingin menikmati pertunjukan seni budaya Bali.

ITDC menilai keberadaan atraksi malam seperti ini dapat memperkaya pengalaman wisata sekaligus memberikan alternatif hiburan berkualitas yang mengangkat identitas budaya lokal. (MBP)

redaksi

Related post