Komunitas “Bisa Terbiasa” Desa Wongaya Gede, Ingatkan Masyarakat Jaga Lingkungan

 Komunitas “Bisa Terbiasa” Desa Wongaya Gede, Ingatkan Masyarakat Jaga Lingkungan

Tabanan – baliprawara.com

Serangkaian karya agung Pengurip Gumi di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Komunitas Bisa Terbiasa Desa Wongaya Gede, yang terdiri dari kumpulan pemuda desa wongaya gede, Penebel, Tabanan, Bali, terus melakukan edukasi kepada masyarakat sekitar. Mereka tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungannya. Terutama untuk tidak membuang sampah plastik ke lingkungan.

Menurut salah satu anggota komunitas “Bisa Terbiasa”, Nengah trisnajaya atau yang akrab dipanggil Sengkun, selain ikut berpartisipasi melakukan pembersihan sampah di sekitar area pura luhur Batukau, komunitas ini juga memasang sejumlah spanduk imbauan untuk ikut menjaga kebersihan. Pemasangan spanduk ini kata dia bukan hanya sebagai bentuk kampanye peduli lingkungan, namun juga untuk mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik. “Kami berharap masyarakat bisa aware terhadap lingkungannya, mengingat lingkungan bukan hanya milik generasi saat ini, namun juga untuk generasi mada sepan. Untuk itu kesadaran terhadap lingkungan, sangat kami harapkan untuk masa depan generasi mendatang,” ucapnya, Minggu (19/1/2020).

 

Dengan semakin banyak yang peduli dengan lingkungan, Sengkun mengatakan akan semakin mudah wujudkan Bali bersih. Untuk itu, pihaknya tidak henti-hentinya mengajak semua orang untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkunga. “Kami sangat senang bila ada yang ikut peduli, bahkan semakin banyak yang peduli maka semakin mudah mewujudkan Bali bersih,” pungkasnya usai menggelar aksi bersih di kawasan Pura Batukau, Minggu (19/1/2020).

 

Sebelumnya, pada hari minggu tanggal 12 desember 2020, Komunitas ini juga sudah melakukan pembersihan lingkungan yang kemudian dilakukan pemilahan antara sampah organik dan plastik. Untuk mengkampanyekan kesadaran terhadap kebersihan ini, Di sejumlah titik dipasangan spanduk kampanye untuk tidak membuang sampah sembarangan. Di pura luhur Batukau. Spanduk-spanduk ini juga dibagikan ke desa-desa yang dilalui pemelastian yang akan digelar tanggal 29 Januari 2020 serangkaian karya agung pengurip gumi pura luhur Batukau.

Melalui media tersebut, Komunitas ini mengajak semua masyarakat untuk bisa menjaga bumi ini tetap bersih dan ajeg sesuai dengan konsep karya agung pengurip gumi,yaitu mengembalikan keseimbang alam semesta. (praw)

See also  Pencarian Penyelam yang Hilang di Perairan Gili Tepekong, Dihentikan Setelah 7 Hari Pencarian

prawarautama

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *