Krama Yeh Panes B “Ngayah” Jelang Karya Agung Manca Wali Krama di Pura Hulundanu Batur
Aktivitas krama Yeh Panes B “Ngayah” jelang karya agung manca wali krama di Pura Hulundanu Batur. (ist)
BANGLI – baliprawara.com
Menjelang pelaksanaan Karya Agung Tawur Manca Wali Krama di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, berbagai persiapan terus dimatangkan. Kesiapan tidak hanya difokuskan pada sarana upacara, tetapi juga melibatkan peran aktif krama dari berbagai banjar yang secara bergiliran melaksanakan ayah-ayahan sebagai bentuk pengabdian dan tanggung jawab bersama.
Salah satu kegiatan tersebut terlihat dari keterlibatan krama Banjar Yeh Panes B yang pada Kamis 20 Agustus, turun langsung melaksanakan ngayah di kawasan pura. Puluhan warga hadir dan bekerja bersama untuk menyelesaikan sejumlah kebutuhan yang menjadi bagian dari persiapan menjelang puncak karya. Semangat kebersamaan tampak kuat saat setiap krama menjalankan tugas sesuai pembagian yang telah ditetapkan sebelumnya.
Kegiatan ayah-ayahan ini menjadi elemen penting dalam mendukung kelancaran seluruh tahapan karya. Sejumlah pekerjaan dilakukan secara gotong royong dengan tujuan memastikan seluruh kebutuhan upacara dapat dipersiapkan dengan baik dan tepat waktu.
Keterlibatan krama dalam ayah-ayahan tidak hanya dipandang sebagai aktivitas fisik semata. Bagi masyarakat adat, ngayah merupakan bagian dari pelaksanaan yadnya yang sarat makna pengabdian kepada desa adat, pura, serta Ida Bhatara yang berstana di Pura Hulundanu Batur. Melalui tenaga, waktu, dan pikiran yang dicurahkan secara tulus, setiap warga turut mengambil bagian dalam menyukseskan pelaksanaan upacara besar tersebut.
Antusiasme warga Banjar Yeh Panes B terlihat selama kegiatan berlangsung. Berbagai kalangan ikut terlibat, mulai dari pemuda hingga para orang tua. Masing-masing menjalankan peran sesuai kemampuan yang dimiliki sehingga pekerjaan dapat diselesaikan secara bersama-sama. Suasana kebersamaan yang terbangun tidak hanya membantu mempercepat persiapan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
Tradisi gotong royong yang masih terjaga di tengah kehidupan masyarakat modern menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan karya-karya besar di Bali. Melalui kegiatan ngayah, nilai kebersamaan dan solidaritas yang diwariskan secara turun-temurun terus dipelihara serta diteruskan kepada generasi muda.
Pelaksanaan Karya Agung Manca Wali Krama sendiri membutuhkan dukungan dari berbagai unsur masyarakat. Selain menyiapkan perlengkapan dan sarana upacara, sejumlah fasilitas pendukung di lingkungan pura juga harus dipastikan dalam kondisi baik. Karena itu, kontribusi dari masing-masing banjar memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Kelian Banjar Adat Yeh Panes B, Ketut Sarjana, menegaskan bahwa ngayah dalam rangkaian Karya Agung Manca Wali Krama memiliki makna yang lebih dalam dibanding sekadar menjalankan kewajiban adat. “Keterlibatan langsung krama merupakan bentuk bhakti sekaligus upaya menjaga keberlangsungan tradisi dan adat Bali agar tetap lestari,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat 21 Agustus 2026.
Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Karya Agung Manca Wali Krama menjadi momentum penting bagi Krama Desa Adat Songan serta masyarakat Bali pada umumnya. Karya besar tersebut melibatkan banyak unsur masyarakat sehingga seluruh persiapan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Semangat ngayah yang ditunjukkan krama Banjar Yeh Panes B menjadi gambaran nyata kuatnya rasa tanggung jawab kolektif dalam masyarakat adat. “Di tengah berbagai aktivitas dan kesibukan sehari-hari, warga tetap meluangkan waktu untuk berpartisipasi dalam persiapan karya. Kondisi ini menunjukkan bahwa ikatan adat, sosial, dan spiritual masih menjadi fondasi penting dalam kehidupan masyarakat Desa Adat Songan,” ucapnya.
Melalui kebersamaan yang terus terjaga, ayah-ayahan tidak hanya menjadi bagian dari persiapan teknis upacara, tetapi juga menjadi simbol ketulusan dan pengabdian masyarakat dalam menyukseskan yadnya. Dengan dukungan seluruh krama, rangkaian Karya Agung Manca Wali Krama di Pura Hulundanu Batur diharapkan dapat berlangsung tertib, lancar, serta membawa kerahayuan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi masyarakat luas. (MBP)
