Madamah hingga Nyukat Genah, Tahapan Awal Tawur Agung di Pura Hulundanu Batur Songan Mulai Digelar
Prosesi Madamah dan Mejaya-Jaya hingga Nyukat Genah, awali pelaksanaan Karya Tawur Agung di Pura Hulundanu Batur, Rabu (12/8). (ist)
BANGLI – baliprawara.com
Sejumlah prosesi keagamaan, mulai digelar sebagai rangkaian Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, Bangli. Seperti yang digelar Rabu 12 Agustus 2026, prosesi digelar sebagai bagian dari persiapan menuju pelaksanaan karya utama.
Pelaksanaan setiap prosesi melibatkan unsur adat, panitia karya, pemangku, serta krama yang turut ngayah. Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari dudonan upacara yang telah disusun untuk mendukung pelaksanaan Karya Tawur Agung Manca Wali Krama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi Madamah dan Mejaya-Jaya. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses penyucian sekaligus persiapan secara niskala sebelum rangkaian upacara berlanjut ke tahapan berikutnya.
Setelah itu, dilaksanakan Paku Agem yang menjadi salah satu bagian dalam persiapan berbagai sarana dan kelengkapan karya. Rangkaian kemudian diteruskan dengan Maguru Piduka dan Bendu Piduka.
Dalam pelaksanaannya, Maguru Piduka dan Bendu Piduka merupakan bagian dari rangkaian penghormatan serta permohonan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta seluruh manifestasi-Nya. Prosesi tersebut juga berkaitan dengan permohonan agar pelaksanaan karya dapat berlangsung sesuai dengan tata upacara yang telah ditetapkan.
Tahapan selanjutnya yakni Nanceb Tetaring. Prosesi ini berkaitan dengan pemasangan tetaring yang menjadi bagian dari penataan kawasan tempat berlangsungnya berbagai rangkaian yadnya di Pura Hulundanu Batur.
Penataan tempat kemudian dilengkapi dengan prosesi Ngunggahang Ilen-Ilen. Sarana dan kelengkapan upacara disiapkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing tahapan dalam pelaksanaan karya.
Rangkaian persiapan pada hari tersebut kemudian ditutup dengan Nyukat Genah. Prosesi ini menjadi bagian dari penentuan sekaligus penataan tempat yang akan digunakan dalam pelaksanaan rangkaian Karya Tawur Agung Manca Wali Krama.
Seluruh tahapan tersebut berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur yang memiliki peran dalam pelaksanaan karya. Selain jajaran panitia dan peduluan adat, krama juga mengambil bagian melalui kegiatan ngayah selama rangkaian upacara berlangsung.
Yajamana Karya, Ida Shri Bhagawan Putra Nawa Wangsa dari Grya Kedhatuan Kawista Pura, Desa Belatungan, Kecamatan Pupuan, turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran Yajamana Karya menjadi bagian dari pelaksanaan karya sekaligus memberikan tuntunan dalam jalannya upacara.
Ida Shri Bhagawan mengatakan, rangkaian yang dilaksanakan tersebut menjadi penanda dimulainya salah satu tahapan penting dalam Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan.
Menurutnya, seluruh prosesi dijalankan secara khidmat dengan melibatkan sulinggih, yajamana, peduluan adat, panitia, serta krama yang turut melaksanakan ngayah.
“Melalui rangkaian upacara Madamah, Mejaya-Jaya, Paku Agem, Maguru Piduka, Bendu Piduka, Nanceb Tetaring, Ngunggahanh Ilen-Ilen, hingga Nyukat Genah ini, kami berharap Ida Sang Hyang Widhi Wasa berkenan menganugerahkan kerahayuan jagat, kertha raharja, serta keselamatan bagi seluruh umat sedharma,” ujar Ida Shri Bhagawan.
Ia juga menyampaikan harapan agar pelaksanaan Karya Tawur Agung Manca Wali Krama menjadi bagian dari proses penyucian alam, baik bhuwana agung maupun bhuwana alit.
“Semoga dengan tawur agung ini, segala mala dan bencana dapat sirna, energi negatif ternetralisir, dan alam Bali khususnya di wilayah Danu Batur kembali harmonis. Begitu pula semoga gotong royong dan bhakti tulus ikhlas dari seluruh pihak ini menjadi pahala, dan menjadikan Pura Hulundanu Batur tetap sebagai pancer jagat yang memancarkan kedamaian bagi Bali dan Nusantara,” pungkasnya.
Selain Yajamana Karya, rangkaian kegiatan tersebut juga dihadiri Tapini Yadnya, Ida Mpu Siwa Putra Dharma Daksa dari Grya Lingga Acala, Desa Calo.
Hadir pula Pengrajeg Karya, DR. dr. A.A Gede Wiraguna, Sp.KK. dari Puri Agung Denpasar, Bangli. Peduluan Desa Adat Songan dan jajaran Panitia Karya Tawur Agung Manca Wali Krama juga turut mengikuti rangkaian kegiatan.
Masyarakat dari sejumlah daerah di Bali turut hadir dalam pelaksanaan prosesi. Kehadiran krama tersebut menjadi bagian dari keterlibatan masyarakat dalam mendukung berlangsungnya rangkaian karya di Pura Hulundanu Batur.
Dukungan terhadap pelaksanaan karya juga diwujudkan melalui ngaturang punia. Sejumlah masyarakat dari berbagai daerah menghaturkan punia sebagai bentuk bhakti sekaligus dukungan terhadap pelaksanaan Karya Tawur Agung Manca Wali Krama.
Punia yang dihaturkan tersebut menjadi bagian dari keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan karya. Berbagai unsur masyarakat ikut mengambil bagian sesuai dengan kemampuan dan perannya masing-masing.
Sebelum memasuki rangkaian utama, berbagai persiapan telah dilakukan oleh krama Desa Adat Songan bersama panitia. Persiapan mencakup kebutuhan sarana upacara, penataan kawasan pura, hingga kesiapan masyarakat yang akan terlibat dalam setiap tahapan.
Penataan tersebut dilakukan secara bertahap mengikuti dudonan dan tata titi yang telah ditentukan. Dengan demikian, setiap prosesi dapat dilaksanakan sesuai dengan tahapan yang menjadi bagian dari rangkaian Karya Tawur Agung Manca Wali Krama.
Pelaksanaan upacara di Pura Hulundanu Batur juga menjadi bagian dari kegiatan keagamaan yang melibatkan kebersamaan krama Desa Adat Songan. Unsur sulinggih, yajamana, peduluan adat, panitia, dan masyarakat menjalankan peran masing-masing dalam rangkaian karya tersebut.
Kegiatan pada Rabu 12 Agustus 2026, dipuput oleh Ida Shri Bhagawan Putra Nawa Wangsa. Setelah rangkaian Madamah, Mejaya-Jaya, Paku Agem, Maguru Piduka, Bendu Piduka, Nanceb Tetaring, Ngunggahang Ilen-Ilen, dan Nyukat Genah terlaksana, rangkaian karya selanjutnya dilanjutkan berdasarkan dudonan yang telah disusun.
Pelaksanaan tahapan awal tersebut menjadi bagian dari keseluruhan rangkaian Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Pura Hulundanu Batur. Krama Desa Adat Songan bersama panitia selanjutnya mengikuti tahapan upacara sesuai dengan tata titi dan jadwal yang telah ditetapkan. (MBP)
