Miliki Keterbatasan, Winda Selalu Amalkan Sebagian Penjualan Karyanya

 Miliki Keterbatasan, Winda Selalu Amalkan Sebagian Penjualan Karyanya

Mangupura (Bali Prawara)-
Meski memiliki kekurangan, sebagai seniman lukis, Kadek Windari Satyagraha atau sering dipanggil Winda tetap semangan berkarya. Bahkan, dirinya selalu menyumbangkan sebagian hasil penjualan lukisannya untuk amal.

Menurut Winda, melukis memang dunia yang bisa membuat dia mampu melakukan hal dari yang tidak mungkin menjadi mungkin. “Meski dengan keterbatasan, saya masih bisa berbagi untuk orang lain. Harapannya tentunya kedepan bisa terus pameran, apalagi untuk pameran amal. Selama ini selama mengikuti pameran, selalu sebagian hasilnya disumbangkan untuk amal,” kata Winda saat ditemui disela kegiatan pameran di Nusa Dua belum lama ini.

Salah satu mimpi yang ingin dicapai yakni, keinginan untuk berkolaborasi dengan pihak Jakarta. Baik untuk lukisan, maupun bidang lain, seperti fashion. Dikatakannya, orderan lukisan yang didapat selama ini biasanya kebanyakan datang dari sosial media. Jenis lukisan yang dibuat biasanya terntang kehidupan sehari-hari.

Diceritakan Winda, dirinya mulai belajar melukis secara autodidak sejak tahun 2015 saat ayahnya meninggal. Saat itu, dirinya mulai menggantikan peran ayah sebagai tulang punggung keluarga. Awal mulai belajar melukis, saat itu ada pengusaha yang memberikan bantuan peralatan melukis. Darah seni kata dia, memang menurun dari ayahnya, yang sebagai tukang ukir kayu. “Saya menekuni bidang seni lukis ini memang untuk memenuhi kebutuhan keluarga, karena ayah sebagai tulang punggung keluarga sudah meninggal,” akunya.

Selama proses melukis, kendala yang dihadapi kata Winda, yakni merass kelelahan saat duduk. Kondisi ini karena dirinya menderita Skoliosis atau pembengkokan tulang punggung. Sehingga saat proses melukis, kendalanya yakni kelelahan duduk. “Karena saya mengalami bengkok tulang punggung atau skoliosis, tentu cepat lelah saat duduk,” katanya.

See also  Wabup Suiasa Serahkan Hewan Kurban saat Perayaan Idul Adha di Lapangan Puspem Badung

Untuk menyelesaikan satu lukisan, dirinya mengatakan, biasanya tergantung dari tingkat kesulitan pengerjaan. Yang lebih mudah, pengerjaanya biasanya menghabiskan waktu 5 hari. Sementara untuk yang lebih besar dan rumit bisa tiga minggu. (Praw1)

prawarautama

Related post