Minimalisir Biaya dan Sampah Medis, Fakultas Teknik Unud Sumbangkan Bilik Uji Swab 

 Minimalisir Biaya dan Sampah Medis, Fakultas Teknik Unud Sumbangkan Bilik Uji Swab 

MANGUPURA – baliprawara.com

Pengambilan sampel swab bukan perkara mudah. Tenaga medis yang bertugas harus memastikan dirinya terlindungi dari virus berbahaya khususnya Covid-19. Makanya, tenaga medis menggunakan alat pelindung diri (APD) saat menjalankan tugas ini. 

Namun, APD bukanlah barang yang bisa digunakan berkali-kali. APD merupakan perlengkapan sekali pakai. Sehingga dari sisi biaya pembelian dan sampah medis yang ditimbulkan, terbilang cukup besar. Beranjak dari hal itulah, Fakultas Teknik Unud menyerahkan bantuan dua bilik pengambilan sampel swab kepada RS PTN Unud, Selasa (28/4). 

Bilik uji swab ini dikerjakan mahasiswa Fakultas Teknik Unud, I Putu Agus Surya Adi Pratama bersama dua mahasiswa lainnya yakni I Putu Diky dadri Setiawan dan I Putu Darmawan. Agus Surya mengatakan, bilik ini menggunakan rangka berbahan besi dan bagian depan akrilik. Bilik ini dilengkapi pula peralatan elektronik, termasuk microphone sebagai alat komunikasi tenaga medis dan pasien. 

Menurut mahasiswa semester VI ini, pengerjaan bilik uji swab memakan waktu dua hari. Satu unit bilik uji swab menghabiskan dana sekitar Rp 4,5 juta. 

Dekan FT Unud Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, MT.,PhD., mengatakan, pihaknya berharap bilik uji swab ini dapat berguna dalam memerangi Covid-19. Dia menyebut, alat ini dapat digunakan berkali-kali sehingga bisa menghemat penggunaan APD. 

“APD jumlahnya terbatas, maka dari itu kami harapkan bilik uji swab ini bisa menjadi sebuah solusi. Demikian halnya mengenai sampah medis dari APD, ini akan bisa meminimalisirnya,” ujarnya. 

Direktur Utama RSPTN Unud, Dr. dr. Dewa Putu Gde Purwa Samatra menyambut baik bantuan ini. Pihaknya pun berharap bilik uji swab bantuan Fakultas Teknik Unud tersebut dapat mempercepat proses pemeriksaan pasien. (MBP1)

See also  Tidak Ada Lagi Isolasi Mandiri, Dandim Cek Kesiapan Hotel Tambahan Untuk Karantina

prawarautama

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *