Pengurus dan Anggota Resmi Dilantik, BVRMA Jadi Mitra Pemerintah untuk Pariwisata Bali Berkelanjutan

 Pengurus dan Anggota Resmi Dilantik, BVRMA Jadi Mitra Pemerintah untuk Pariwisata Bali Berkelanjutan

Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, menyerahkan patak kepada Ketua Umum BVRMA, Bapak Kadek Adnyana, saat pelantikan Pengurus dan Anggota, Kamis 6 Maret 2025.

DENPASAR – baliprawara.com

Bali Villa Rental and Management Association (BVRMA) yang berdiri pada Agustus 2024, menggelar Pelantikan Pengurus dan Anggota, sekaligus Business Talk Show dengan tema “Unity in Diversity for Sustainable Bali”, Kamis 6 Maret 2025. Digelar di di Aula Etna, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, pelantikan ini dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Bali, Bapak Nyoman Giri Prasta, S.Sos, ditandai penyerahan pataka kepada Ketua Umum BVRMA, Kadek Adnyana.

Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa BVRMA ini sebagai asosiasi baru, juga menjadi mitra kerja pemerintah provinsi (Pemprov) Bali melalui dinas pariwisata. Dengan hadirnya asosiasi ini, ia berharap bagaimana nantinya BVRMA sebagai mitra kerja, bisa mensinergikan sebuah program pariwisata Bali yang berkelanjutan. “Prinsip kita adalah penyempurnaan. Yang dibutuhkan bali saat ini adalah perda nominee. Sehingga dengan perda ini, vila-vila bodong itu bisa ditindak,” ucapnya.

Pembentukan perda Nominee Ini kata dia, harus segera dilakukan untuk menindak tegas, bagaimana wisatawan mancanegara itu harus tertib di pulau Bali. “Sekali lagi dengan adanya asosiasi ini maka kita ingin menerapkan bahwa siapapun yang akan ke Bali, atau tamu luar negeri itu harus menghormati adat budaya pakem yang kita lakukan. Sehingga betul-betul kita yang mengatur mereka. Bali ini jangan sampai diatur oleh mereka,” tegas Giri Prasta sembari berharap Perda dimaksud, tahun ini bisa diwujudkan untuk menjaga Bali.

Ditemui usai pelantikan, Ketua Umum BVRMA, Bapak Kadek Adnyana, menyoroti berbagai tantangan yang tengah dihadapi industri pariwisata Bali, seperti maraknya praktik penipuan (scammer), penyalahgunaan visa turis oleh WNA untuk bekerja ilegal di Bali, Isu keamanan, kemacetan, serta permasalahan lingkungan. Untuk itu kata dia, BVRMA berkomitmen untuk mencari solusi kolaboratif dalam mengatasi permasalahan tersebut demi menjaga keberlanjutan industri pariwisata di Bali.

See also  Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan, BVRMA Menjadi Jembatan Seluruh Pemangku Kepentingan Sektor Bisnis Pariwisata

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk menjawab tantangan tersebut, dari BVRMA saat ini sudah membuat program kerja 3 tahun ke depan. Tentunya dalam hal ini harus bekerjasama dengan pemerintah provinsi Bali untuk mendorong adanya payung hukum yang bisa menaungi semua bisnis perusahaan yang khususnya bergerak dibidang villa rental. Mengingat saat ini, Bali menghadapi persaingan dunia bisnis yang sangat ketat, terutama persaingan internasional.

Tentu ia berharap, bagaimana bisa membuat orang Bali, budaya Bali, mampu menjadi pilar yang utama untuk memperkuat pariwisata. Jangan sampai ada orang luar yang tidak berkompeten, dan kadang ada yang ilegal bisa mengoperasikan usahanya di Bali tanpa izin. “Tentu ini perlu disikapi bersama sehingga payung hukum yang akan dibuat pemerintah, kita dorong untuk membuat kondusifitas bisnis kita di Bali menjadi kembali sehat,” harapnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Ketut Ardana, menyampaikan bahwa, tema acara ini dipilih untuk menegaskan pentingnya keberagaman budaya dan sosial dalam membangun masa depan pariwisata Bali yang berkelanjutan. Kolaborasi, rasa hormat, dan praktik inklusif kata dia, menjadi kunci dalam memastikan pembangunan ekonomi yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga melindungi identitas serta keunikan Bali.

Pada Business Talk Show bertema “Unity in Diversity for Sustainable Bali”, menghadirkan pembicara utama, Prof. Dr. Ir. Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. (Ketua PHRI Bali), Niluh Putu Ary Pertami Djelantik (Anggota DPD RI Dapil Bali). Acara ini juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk DPD RI Dapil Bali: Arya Weda Karna dan Niluh Putu Ary Pertami Djelantik, Kadis Pariwisata Bali: Tjok Bagus Pemayun, A.Par., MM, Ketua PHRI Bali: Prof. Dr. Ir. Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si., Perwakilan asosiasi pariwisata & pengusaha Bali, seperti GIPI Bali, ASITA Bali, IHGMA Bali, NCPI, Graha Wisri, Bali Villas Association, Bali Hotel Association, PUTRI Bali, Kadin Bali, HIPMI Bali, APINDO Bali, IWAPI Bali.

See also  Dinamika Regulasi Terus Berkembang, BVRMA Gandeng Firma Hukum untuk Kepastian Usaha Villa di Bali

Sebagai informasi, BVRMA adalah asosiasi yang menaungi perusahaan villa rental dan manajemen villa berlisensi yang beroperasi di Bali. Asosiasi ini resmi berdiri pada Agustus 2024 berdasarkan SK AKTE No. 29/28 Agustus 2024/Bali Villa Rental dan Manajemen Asosiasi dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) 1211240089749.

BVRMA memiliki visi untuk mewujudkan pariwisata Bali yang berkelanjutan, sejalan dengan nilai-nilai adat dan budaya yang menjadi identitas Bali.
Untuk mencapai visi tersebut, BVRMA mengusung misi NELSOSS:
• Networking: Membangun kolaborasi antara anggota, pemerintah, dan memperluas jaringan kerja sama hingga ke luar negeri.
• Learning: Menjadi wadah pembelajaran bersama guna mengembangkan ilmu pariwisata, khususnya dalam mentoring oleh praktisi bisnis.
bidang pervilaan, melalui sesi berbagi dan
• Social & Solution: Mengupayakan langkah-langkah preventif serta mencari solusi atas berbagai tantangan yang muncul di sektor bisnis pariwisata.
• Sustainability: Menjaga kelestarian adat, budaya, serta kondisi lingkungan sebagai elemen utama pariwisata berkelanjutan di Bali.

Saat ini, BVRMA telah menaungi sekitar 70 perusahaan yang mengelola lebih dari 1.000 villa di Bali, dengan anggota yang terdiri dari praktisi dan pengusaha yang memiliki badan usaha legal, baik lokal maupun internasional (PMA). (MBP1)

 

redaksi

Related post