Peringati Hari Anak Nasional, Bandara Ngurah Rai Ajak Siswa Belajar Keselamatan Penerbangan

 Peringati Hari Anak Nasional, Bandara Ngurah Rai Ajak Siswa Belajar Keselamatan Penerbangan

Sejumlah siswa mendapat penjelasan terkait keselamatan penerbangan.(ist)

MANGUPURA – baliprawara.com

Peringatan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli dimanfaatkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk menghadirkan berbagai kegiatan edukatif bagi anak-anak di sekitar kawasan bandara. Melalui program InJourney Community Care, puluhan pelajar sekolah dasar diajak mengenal pentingnya keselamatan penerbangan sekaligus memahami peran masyarakat dalam menjaga keamanan operasional bandara.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis 23 Juli 2026 tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran keselamatan sejak usia dini. Selain memberikan edukasi mengenai aturan bermain layang-layang di sekitar kawasan bandara, pihak pengelola juga memperkenalkan profesi Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) beserta fasilitas yang dimiliki kepada para siswa.

Program tersebut melibatkan dua sekolah dasar yang berada di wilayah Tuban, Kabupaten Badung. Para peserta memperoleh materi edukasi secara interaktif sehingga diharapkan lebih mudah memahami pentingnya menjaga keselamatan di lingkungan sekitar bandara sekaligus mengenal berbagai profesi yang mendukung operasional penerbangan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai aturan bermain layang-layang di sekitar kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Edukasi tersebut diberikan kepada siswa dan siswi SD Negeri 04 Tuban sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman mengenai larangan bermain layang-layang di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).

Sebanyak 84 siswa mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan penjelasan mengenai alasan diberlakukannya larangan bermain layang-layang di sekitar bandara serta dampak yang dapat ditimbulkan apabila aktivitas tersebut dilakukan di wilayah yang termasuk dalam kawasan keselamatan penerbangan.

Melalui materi yang disampaikan, para pelajar diajak memahami bahwa ruang udara di sekitar bandara harus tetap terjaga agar aktivitas lepas landas maupun pendaratan pesawat dapat berlangsung dengan aman. Edukasi tersebut juga menekankan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan penerbangan melalui kepatuhan terhadap berbagai aturan yang berlaku.

Setelah kegiatan sosialisasi selesai, agenda berikutnya dilanjutkan dengan pengenalan tugas dan fasilitas Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kepada siswa SD Negeri 03 Tuban. Sebanyak 28 siswa mengikuti sesi tersebut dengan antusias. Mereka diperkenalkan secara langsung mengenai berbagai tugas yang dijalankan personel ARFF dalam menjaga keselamatan di lingkungan bandara, khususnya ketika menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.

Dalam kesempatan itu, anak-anak juga dikenalkan dengan sejumlah peralatan penyelamatan yang digunakan oleh petugas ARFF. Tidak hanya menerima penjelasan secara teori, para peserta turut menyaksikan simulasi sederhana yang memberikan gambaran mengenai proses penanganan keadaan darurat di kawasan bandara.

Melalui pendekatan edukatif tersebut, para siswa memperoleh pengalaman baru mengenai salah satu profesi penting dalam dunia penerbangan yang selama ini mungkin belum banyak mereka ketahui.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, mengatakan bahwa momentum Hari Anak Nasional menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan budaya keselamatan kepada generasi muda sekaligus mengenalkan berbagai profesi yang memiliki peran penting dalam mendukung operasional penerbangan.

“Kami berharap edukasi ini dapat membangun kesadaran anak-anak sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing. Pemahaman mengenai keselamatan penerbangan, termasuk risiko bermain layang-layang di sekitar bandara, merupakan tanggung jawab bersama yang perlu ditanamkan sejak dini. Selain itu, kami juga memperkenalkan peranan personel ARFF yang dikemas secara menarik dan edukatif,” ujar Nugroho Jati.

Selain menghadirkan kegiatan yang berfokus pada keselamatan penerbangan, Bandara I Gusti Ngurah Rai juga menyelenggarakan program InJourney Community Upskilling sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional.

Program tersebut dirancang untuk menjadikan kawasan bandara sebagai ruang yang dapat dimanfaatkan komunitas dalam meningkatkan kapasitas, kompetensi, serta memperlihatkan potensi yang dimiliki kepada masyarakat luas.

Melalui InJourney Community Upskilling, berbagai komunitas lokal memperoleh kesempatan untuk menampilkan kreativitas dan bakat mereka di hadapan para pengguna jasa bandara, baik penumpang domestik maupun internasional.

Dalam pelaksanaannya, Sanggar Seni Balindra bersama para siswa SMP Negeri 1 Kuta menampilkan pertunjukan seni tradisional Bali berupa Tabuh Rindik dan Tari Joged Bumbung.

Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada para penumpang yang berada di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para pelajar untuk meningkatkan rasa percaya diri melalui penampilan seni di ruang publik.

Peringati Hari Anak Nasional, Bandara Ngurah Rai Ajak Siswa Belajar Keselamatan Penerbangan–

Keikutsertaan para siswa dalam pertunjukan budaya tersebut sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi mereka untuk menampilkan kemampuan yang dimiliki di hadapan masyarakat dari berbagai daerah bahkan mancanegara yang menggunakan layanan bandara.

 

Pihak bandara menilai bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan manfaat bagi komunitas lokal, tetapi juga menciptakan pengalaman yang lebih berkesan bagi para pengguna jasa bandara yang dapat menikmati sajian seni budaya khas Bali saat berada di terminal.

 

Menutup rangkaian kegiatan, Nugroho Jati menegaskan komitmen Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk terus menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat melalui InJourney Community Care maupun InJourney Community Upskilling.

 

“Melalui pelaksanaan InJourney Community Care dan InJourney Community Upskilling, kami berkomitmen untuk hadir sebagai agent of development yang memberikan manfaat sosial berkelanjutan bagi masyarakat. Berbagai program yang dihadirkan diharapkan mampu memperkuat hubungan antara bandara dengan komunitas sekitar, sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda yang peduli terhadap keselamatan, berkarakter, dan mampu mengembangkan potensi terbaiknya,” pungkas Nugroho Jati. (MBP)

 

redaksi

Related post