Desa Darmasaba Dapat Apresiasi dari Jepang atas Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

 Desa Darmasaba Dapat Apresiasi dari Jepang atas Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Desa Darmasaba, menerima kunjungan mitra pengelolaan sampah dari Jepang.

MANGUPURA – baliprawara.com

Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, kembali menerima kunjungan mitra pengelolaan sampah dari Jepang. Rombongan yang berasal dari Osaka, Kagoshima, dan Fukuoka melakukan monitoring terhadap berbagai program pengelolaan sampah yang telah dijalankan masyarakat desa, Rabu 24 Juni 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan bersama tim SRSC (Sure Recycling System Corporate), yang selama ini mendampingi pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber di Desa Darmasaba. Agenda ini sekaligus menjadi evaluasi terhadap penerapan ilmu dan pengalaman yang sebelumnya diperoleh sejumlah pengelola sampah desa melalui program pelatihan di Jepang.

Program peningkatan kapasitas tersebut memberikan kesempatan kepada perwakilan Desa Darmasaba untuk mempelajari secara langsung sistem pengelolaan sampah di Osaka. Hasil pembelajaran itu kemudian diterapkan dalam berbagai kegiatan lingkungan, termasuk pengelolaan TPS3R dan pengolahan sampah organik.

Perbekel Desa Darmasaba Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba mengatakan kunjungan tim Jepang bertujuan melihat sejauh mana konsep yang dipelajari di negara tersebut telah diterapkan di tingkat desa.

Menurutnya, para tamu menilai penerapan pengelolaan sampah berbasis sumber di Desa Darmasaba sudah berjalan dengan baik. “Masyarakat dan pengelola dinilai mampu mengadopsi konsep utama yang selama ini menjadi fokus pembelajaran dalam kerja sama tersebut,” katanya, saat dikonfirmasi, Kamis 25 Juni 2026.

Meski mendapat apresiasi, tim Jepang juga mencatat masih adanya sejumlah tantangan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kapasitas fasilitas pengolahan sampah yang dinilai perlu ditingkatkan agar mampu mendukung pengembangan program dalam skala yang lebih luas.

Selama kunjungan, berbagai kegiatan dilakukan mulai dari diskusi, berbagi pengalaman, hingga workshop. Dalam sesi tersebut, kedua pihak membahas peluang pengembangan program lingkungan serta inovasi yang dapat diterapkan berdasarkan pengalaman pengelolaan sampah di Jepang.

Tim Jepang juga melakukan peninjauan langsung ke fasilitas pengolahan sampah yang ada di Desa Darmasaba. Salah satu fokus utama adalah proses pengomposan yang menjadi bagian penting dalam pengelolaan sampah organik di TPS3R.

Mereka mengevaluasi kualitas kompos yang dihasilkan, termasuk memeriksa kondisi material dan proses dekomposisinya. Hasil pengamatan menunjukkan proses pengomposan berjalan dengan baik, yang ditandai dengan perkembangan jamur yang dinilai optimal sebagai bagian dari proses penguraian bahan organik.

Selain itu, rombongan turut melihat pengembangan budidaya maggot yang selama ini dimanfaatkan untuk membantu mengolah sampah organik. Program tersebut dinilai menjadi salah satu upaya efektif dalam mengurangi volume sampah sekaligus memberikan nilai tambah dari limbah organik.

Perhatian juga diberikan pada pengembangan eco enzyme yang telah dilakukan masyarakat. Produk hasil fermentasi limbah organik tersebut dianggap sebagai inovasi yang mendukung pengelolaan sampah rumah tangga secara berkelanjutan.

Dalam kunjungan lapangan, tim Jepang meninjau berbagai mesin pengolahan sampah yang digunakan di TPS3R. Peninjauan dilakukan untuk melihat efektivitas peralatan dalam menunjang operasional pengolahan sampah di tingkat desa.

Rombongan kemudian diajak mengunjungi program Lestari (Lingkungan Asri yang Inovatif, Ramah Lingkungan dan Asri), salah satu inovasi lingkungan yang dikembangkan Desa Darmasaba. Program ini mendapat perhatian khusus karena memadukan upaya pelestarian lingkungan dengan penataan kawasan yang produktif dan berkelanjutan.

Keberagaman tanaman, kondisi lingkungan yang terawat, serta berbagai jenis bunga yang tumbuh di kawasan tersebut menjadi aspek yang mendapatkan apresiasi dari para tamu. Mereka menilai kawasan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan dapat berjalan selaras dengan program pengurangan dan pengolahan sampah.

Perbekel Desa Darmasaba menyampaikan apresiasi atas dukungan yang terus diberikan mitra dari Jepang. Menurutnya, kesempatan belajar langsung mengenai sistem pengelolaan sampah di Jepang telah memberikan banyak manfaat dan wawasan yang kini diterapkan dalam berbagai program lingkungan di desa.

Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat kerja sama antara Desa Darmasaba dan mitra Jepang dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi masyarakat. (MBP)

 

redaksi

Related post