Pertumbuhan Ekonomi Bali Bukti Tata Kelola Daerah yang Efektif
Prof. IB Raka Suardana
Oleh: Prof. Dr. IB Raka Suardana, S.E.,M.M.
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali pada Triwulan II Tahun 2026 sebesar 5,78 % secara tahunan merupakan capaian yg sangat menggembirakan sekaligus menunjukkan ketahanan ekonomi daerah yg semakin kuat.
Kinerja tersebut menempatkan Bali pada peringkat keenam tertinggi dari 38 provinsi di Indonesia, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 %, bahkan lebih tinggi dibandingkan seluruh provinsi di Pulau Jawa. Prestasi ini tidak hanya mencerminkan pulihnya aktivitas ekonomi pascapandemi, tetapi juga menjadi indikator keberhasilan pemerintah daerah dlm mengelola pembangunan secara terarah dan berkelanjutan.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kemampuan Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Bali, Dr. I Wayan Koster, M.M, dalam memadukan kebijakan pembangunan ekonomi dengan pelestarian budaya, lingkungan, dan penguatan kearifan lokal. Pendekatan pembangunan yang berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali telah menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan. Orientasi pembangunan tidak hanya mengejar peningkatan angka produk domestik regional bruto, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang.
Kinerja sektor pariwisata yang terus meningkat menjadi motor utama pertumbuhan, namun pemerintah daerah tidak hanya bergantung pada sektor tersebut. Penguatan perdagangan, transportasi, investasi, serta meningkatnya konsumsi masyarakat menunjukkan bahwa struktur ekonomi Bali semakin berkembang dgn dukungan berbagai sektor produktif. Kebijakan untuk memperkuat UMKM, koperasi, pertanian, ekonomi kreatif, dan transformasi digital turut memperluas sumber pertumbuhan, sehingga ekonomi Bali menjadi lebih resilen terhadap berbagai dinamika global.
Dari perspektif manajemen pemerintahan, capaian itu menunjukkan efektivitas fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian pembangunan daerah. Pemerintah Provinsi Bali mampu menjaga stabilitas iklim investasi, mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung, meningkatkan koordinasi lintas perangkat daerah, serta membangun sinergi yang baik dengan pemerintah pusat, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Tata kelola pemerintahan yang semakin terintegrasi memberikan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.
Ke depan, tantangan tetap perlu diantisipasi, terutama menjaga agar pertumbuhan ekonomi yang tinggi mampu dinikmati secara lebih merata oleh seluruh kabupaten dan kota di Bali. Diversifikasi ekonomi perlu terus diperkuat agar ketergantungan terhadap pariwisata semakin berkurang melalui pengembangan sektor pertanian modern, industri pengolahan berbasis budaya, ekonomi digital, dan investasi hijau. Dengan demikian, capaian pertumbuhan sebesar 5,78 % bukan sekadar keberhasilan jangka pendek, melainkan menjadi fondasi bagi terwujudnya Bali yang lebih tangguh, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan. Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan bahwa kepemimpinan yang memiliki visi jelas, konsisten dalam pelaksanaan kebijakan, serta mampu menggerakkan seluruh pemangku kepentingan merupakan faktor penting dalam menghasilkan kinerja ekonomi daerah yang unggul di tingkat nasional. (*)
Penulis, Guru Besar FEB Undiknas Denpasar dan WKU Kadin Bali 2025-2030
