Tingginya Semangat Ngayah Krama untuk Persiapan Karya Tawur Agung di Pura Hulundanu Batur
Semangat ngayah krama untuk persiapan karya Tawur Agung di Pura Hulundanu Batur.
BANGLI – baliprawara.com
Antusiasme krama dalam mengikuti kegiatan ayah-ayahan menjelang pelaksanaan Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kintamani, Bangli, terus meningkat. Masyarakat dari berbagai banjar, kelompok, organisasi hingga perorangan secara sukarela hadir untuk membantu berbagai kebutuhan persiapan upacara yang akan berlangsung di pura yang berada di kawasan utara Danau Batur tersebut.
Kegiatan ngayah yang dilakukan hampir setiap hari, tidak hanya berfokus pada pembangunan dan penyiapan sarana upacara. Krama juga terlibat aktif dalam menjaga kebersihan serta menata lingkungan pura agar tetap nyaman dan tertata rapi.
Sejak pagi hari, warga terlihat bergotong royong membersihkan area pura, mengumpulkan sampah, merapikan lingkungan, hingga memastikan seluruh kawasan tetap bersih sebagai bagian dari persiapan yadnya.
Keterlibatan masyarakat dalam jumlah besar menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan yang masih terpelihara di tengah kehidupan adat. Setiap krama mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing sehingga berbagai pekerjaan dapat dilakukan secara bersama-sama dengan penuh keikhlasan.
Koordinator Kebersihan Komang Gede Artawan mengatakan semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi gambaran, kuatnya dukungan krama terhadap pelaksanaan Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Pura Hulundanu Batur.
Menurutnya, kehadiran berbagai kelompok maupun individu yang ikut ngayah tidak hanya memberikan bantuan tenaga, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang sedang dipersiapkan. Suasana kebersamaan tampak begitu kuat melalui aktivitas masyarakat yang bekerja bersama sejak pagi hingga siang hari di berbagai titik areal pura.
“Tidak hanya tenaga, kehadiran berbagai kelompok dan perorangan dalam kegiatan ngayah juga menjadi bentuk dukungan moral terhadap rangkaian pelaksanaan karya. Suasana kebersamaan terlihat dari aktivitas krama yang sejak pagi hingga siang hari melaksanakan berbagai pekerjaan di areal pura,” ujar Komang Gede Artawan, dalam keterangan tertulisnya, Senin 24 Agustus 2026.
Ia menjelaskan bahwa semangat ngayah tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ritual keagamaan semata. Tradisi tersebut juga menjadi sarana untuk menjaga kebersihan lingkungan, melestarikan kawasan suci, serta mempererat hubungan sosial antar-krama melalui semangat gotong royong yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Tingginya antusiasme masyarakat dinilai menjadi bukti bahwa tradisi ngayah masih memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat adat Bali. Selain membantu mempercepat berbagai pekerjaan persiapan karya, kegiatan tersebut juga memperkuat rasa persaudaraan dan rasa memiliki terhadap keberadaan Pura Hulundanu Batur.
“Antusiasme krama ini sekaligus menjadi cerminan kuatnya tradisi gotong royong di Desa Adat Songan. Melalui semangat ngayah, persiapan karya tidak hanya menjadi tanggung jawab segelintir orang, melainkan menjadi bagian bersama yang dikerjakan dengan penuh keikhlasan dan rasa kebersamaan,” tegasnya.
Semangat kebersamaan yang terus terjaga dalam setiap kegiatan ayah-ayahan tersebut menjadi salah satu modal penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Karya Tawur Agung Manca Wali Krama sekaligus menjaga nilai-nilai adat dan budaya yang hidup di tengah masyarakat Desa Adat Songan. (MBP)
